SELAMAT DATANG

SELAMAT DATANG

Monday, May 21, 2007

Pakta Integritas selamatkan 30% uang negara

Jumat, 15 Desember 2006 21:54:56
Pakta Integritas selamatkan 30% uang negara
Kategori: Jurnalisme (179 kali dibaca)
Bisnis Indonesia : 15 Desember 2006


PADANG: Transparansi Internasional Indonesia (TII) mencatat penerapan Pakta Integritas di Kabupaten Solok, Provinsi Sumatra Barat, mampu menyelamatkan uang belanja negara hingga 30% dari total belanja negara yang dikorupsi.

Sekretaris Jendral TII Rizal Malik menyebutkan sejak Pakta Integritas ditandatangani bersama pada 2003 lalu, uang negara yang terselamatkan mencapai 30% dari total anggaran belanja daerah tersebut.

"Survei kami menyimpulkan penghematan sebesar itu terjadi akibat efektifnya birokrasi yang telah berjalan di kabupaten tersebut sejak Pakta Integritas ditandatangani," katanya di sela-sela diskusi dan peluncuran buku Mencegah Korupsi Dalam Pengadaan Barang dan Jasa, kemarin.

Dia tidak menyinggung nilai rupiahnya, namun penghematan tersebut memperlihatkan Pakta Integritas telah mengurangi kejahatan korupsi sangat signifikan, sehingga kegiatan pembangunan bisa diperlebar.

Menurut dia, pelaku suap sejak Pakta Integritas menurun drastis, kalangan pengusaha merasa enggan melakukan suap, pemerintah juga takut sementara masyarakat dan LSM menjadi watch dog yang efektif mendorong menurunnya perilaku suap.

TII juga mencatat sektor bisnis yang paling rawan terhadap praktik suap a.l. sektor pekerjaan umum/konstruksi sebesar 46% disusul senjata dan pertahanan 38%, migas 21%, keuangan 15%, dan perumahan 11%.

Gubernur Sumatra Barat Gamawan Fauzi mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan TII untuk menerapkan Pakta Integritas di tingkat provinsi dalam kerangka memberantas praktik korupsi pada pengadaan barang dan jasa.

Kerja ini cukup efektif dalam mendorong terjadinya praktik pengadaan barang dan jasa yang terbuka dan bebas dari perilaku korupsi. "Kerja sama dengan TII segera kami follow up," ujarnya.

Rizal Malik menambahkan selain Provinsi Sumbar, sejumlah daerah dan beberapa partai politik juga sudah ikut menandatangani Pakta Integritas bersama TII, tapi mereka kesulitan dalam mengimplementasikannya.

Dia menambahkan meskipun banyak daerah yang menandatangani Pakta Integritas, yang daerah efektif melaksanakan kesepakatan tersebut baru Kabupaten Solok, sedangkan daerah-daerah lainnya masih setengah hati. (k13)

Saturday, May 12, 2007

KPID Baru Harus Lebih Visioner

(10 May 2007, 61 x , Komentar)

* Cukup Mewakili Kompetensi

MAKASSAR -- Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulsel yang baru terpilih harus lebih visioner. Mereka dituntut mampu meletakkan kerangka dasar yang kuat untuk bisa melanjutkan program anggota KPID pada periode berikutnya.
"Anggota KPID baru juga harus mampu membuat program-program baru. Yang paling prioritas adalah melakukan konsolidasi internal. Setelah itu, mereka harus mengevaluasi kekurangan dan kelemahan KPID lama untuk disempurnakan," jelas Pengamat Komunikasi Unhas Dr Mansyur Semma.

Anggota KPID Sulsel periode sebelumnya masih menemui banyak hambatan dalam mewujudkan penyiaran yang sehat. Salah satu kendalanya adalah keterbatasan peralatan monitoring. Selain itu, KPID juga belum punya kewenangan menjatuhkan sanksi jika terjadi pelanggaran.

Menanggapi komposisi anggota KPID periode 2007-2010, Mansyur menilai sudah cukup bagus. Tujuh orang yang dipilih oleh DPRD memiliki kompetensi untuk duduk dalam KPID. Mereka berasal dari beragam kompetensi, mulai komunikasi, telekomunikasi, psikolog, hingga agamawan.

"Mereka cukup representatif. Mereka layak untuk duduk sebagai komisioner. Mereka telah melalui seleksi yang sangat ketat sejak seleksi administrasi di Tim Ad Hoc hingga fit and proper test di DPRD," tambah Mansyur yang mengikuti secara langsung jalannya fit and proper test calon anggota KPID di DPRD.

Dua cadangan, yakni Hidayat Nahwi Rasul dan Sukardi Weda, sebut Mansyur juga memiliki kompetensi yang tidak diragukan lagi. Hidayat mewakili KPID lama, sedangkan Sukardi mewakili calon KPID yang baru. Keduanya ikut di-SK-kan oleh gubernur.
"Saya yang mengusulkan cadangan itu. Kita belajar dari KPU.

Dengan adanya cadangan, kita tidak perlu lagi repot untuk mencari penggantinya jika ada yang keluar akibat sesuatu halangan," tandasnya.

Sekadar mengingatkan, tujuh anggota KPID Sulsel periode 2007-2010 itu adalah Aswar Hasan, A Taddampali, Muhammadiyah Yunus, Rusdin Tompo, Amelia Tristiana, Judhariksawan, dan Muhammad Anshar A Akil. (sap)

Sumber: Harian FAJAR

Thursday, May 10, 2007

Dewan Siapkan Dua Cadangan Anggota KPID

Sabtu, 05-05-2007

MAKASSAR, BKM - Pembahasan dan penetapan nama-nama anggota KPID Sulsel hasil fit and proper test oleh Komisi A DPRD Sulsel akan dilakukan pekan depan. Dari 15 orang yang telah selesai mengikuti fit and proper test, DPRD hanya akan menetapkan tujuh orang untuk menjadi anggota KPID periode 2007-2010.

Meski demikian, sebagai tindakan jaga-jaga, Komisi A DPRD Sulsel akan menetapkan pula dua orang sebagai cadangan. Dua orang ini sewaktu-waktu bisa ditarik untuk menggantikan jika diantara tujuh orang anggota KPID tiba-tiba berhalangan tetap sebelum masa baktinya selesai.

Ketua Komisi A DPRD Sulsel, HM Roem, Jumat (4/5) kemarin, menjelaskan, pihaknya perlu mengambil kebijakan itu sebagai langkah antisipatif. Sebab, tidak tertutup kemungkinan di tengah jalan ketujuh anggota KPID itu nanti ada yang mengundurkan diri, meninggal dunia, pindah domisili dan halangan tetap lainnya.

"Mudah-mudahan tidak. Tapi kalau sampai terjadi, maka kita tidak perlu lagi melakukan fit and proper test. Kita tinggal memilih diantara cadangan itu. Sekitar dua oranglah yang kita siapkan sebagai cadangan," katanya. Kebijakan ini diambil, menurut Roem, untuk mengantisipasi seperti yang terjadi di KPUD Sulsel.

Terkait dengan persiapan pembahasan dan penetapan anggota KPID ini, kemarin, Ketua Komisi A DPRD Sulsel ini memanggil pakar komunikasi Universitas Hasanuddin (Unhas), Dr Mansyur Semma. Ia dipanggil untuk dimintai tanggapan dan masukannya terkait hasil seleksi calon anggota KPID.

"Dia kan seorang pakar komunikasi yang intens mengikuti perkembangan KPID. Selain itu, selama fit and proper test berlangsung, Pak Mansyur Semma selalu mengikuti. Sehingga kami yakin dia memiliki pengetahuan yang luas soal kemampuan, komitmen dan integritas para calon," katanya.

Sementara itu, bocoran yang diperoleh BKM di Komisi A kemarin, komposisi anggota KPID Sulsel periode tiga tahun ke depan hampir pasti akan diisi oleh empat orang muka baru dan tiga orang muka lama. Untuk muka baru--sesuai bocoran, hampir pasti akan diisi oleh Amelia Tristiana, Judhariksawan, Rusdin Tompo dan Sukardi Weda.

Sedangkan muka lama kemungkinan akan diisi oleh Andi Tadampali, Hidayat Nahwi Rasul, Muhammadiyah Yunus atau Aswar Hasan. "Kita akan rapatkan terlebih dahulu dan meminta bagaimana pandangan teman-teman. Mungkin akan kita umumkan pekan depan," katanya. (R4/rus)

Sumber: BKM.

Wednesday, May 9, 2007

Empat Muka Baru Diprediksi Masuk KPID

Jumat, 04-05-2007

MAKASSAR, BKM -- Fit and Propert Test (FPT) atas 15 calon anggota KPID (Komisi Penyiaran Indonesia Daerah) Sulsel telah rampung, Kamis (3/5) kemarin. Pengumuman dan penetapan nama-nama calon anggota KPID periode 2007-2010 akan dilakukan setelah Komisi A DPRD Sulsel melakukan rapat. Menurut rencana rapat akan dilakukan pekan depan sekaligus penetapan nama-nama yang lolos.


Lima calon anggota KPID mendapat giliran terakhir fit and propert test yang dipimpin Ketua Komisi A HM Roem, kemarin. Mereka adalah Muhammad Nurhidayat, Rusdin Tompo, Sudirman Karnay, Sukardi Weda dan Muh Anshar A Akil.
Dua hari sebelumnya sebanyak 10 calon telah dilakukan fit and propert test. Ke-15 calon anggota KPID Sulsel ini bersaing mendapatkan perhatian anggota Komisi A DPRD Sulsel untuk terpilih.

Dari 15 calon yang ikut ini, akan dipilih tujuh orang sebagai anggota KPID periode tiga tahun ke depan. Diantara 15 nama yang ikut fit and propert test, sebanyak 5 orang muka lama. Mereka adalah Aswar Hasan, Iwan Tadampali, Hidayat Nahwi Rasul, Muhammadiyah Yunus dan Muslimin Minsong. Sedangkan Sumeizita gagal masuk karena terlambat mengembalikan berkas.

Informasi yang dihimpun BKM menyebutkan, kemungkinan besar anggota KPID yang akan terpilih nanti lebih banyak muka baru, yakni sebanyak empat orang. Sedangkan orang lama atau anggota KPID saat ini hanya dipilih tiga orang.

Diantara muka baru yang diprediksi terpilih adalah Judhariksawan, Rusdin Tompo, Sukardi Weda dan Amelia. Sedangkan muka lama adalah Andi Tadampali, Hidayat Nahwi Rasul, dan Muhammadiyah Yunus atau Aswar Hasan. Mereka ini dinilai memiliki pengetahuan dan penguasaan yang cukup akan tugas dan wewenang anggota KPID ke depan.

Ketua Komisi A, HM Roem, ketika dikonfirmasi usai memimpin rapat fit and propert test mengaku belum bisa memastikan siapa yang akan terpilih. Namun dia mengatakan, mereka yang terpilih sebagian dari muka baru dan sebagian lagi muka lama.
"Kita akan rapat dulu. Mungkin komposisinya 3-4 atau 4-3. Kita lihat bagaimana pandangan teman-teman," ujar politisi senior Golkar ini.

Soal komposisi anggota KPID terpilih nanti, Roem mengaku telah mendapat masukan dari KPI pusat. Dia juga mengaku, secara pribadi sudah ada bayangan siapa-siapa yang layak masuk menjadi anggota KPID. Namun, tambah Roem, tergantung dari padangan anggota Komisi A lainnya.

Sementara itu, anggota KPID, Sumeizita Suarman, yang terlambat mendaftar dan tidak diterima oleh tim ad hoc pimpinan H Fuad Rumi, akhirnya diberi kesempatan oleh Komisi A menyampaikan uneg-unegnya, usai seluruh calon anggota KPID melakukan fit and propert test.

Di hadapan anggota dewan, Sumeizita, mengaku sebagai anggota KPID yang lama dirinya memiliki hak istimewa untuk langsung ikut fit and propert test, tanpa harus melalui seleksi administrasi. Hanya saja, dia mengaku terlambat memasukkan berkas. Keterlambatan karena dia drop mengerjakan buku milik KPUD. Sehingga dia meminta kebijakan anggota DPRD Sulsel.
Namun Ketua Komisi A, HM Roem, menolak permintaan itu. Menurut Roem, pihaknya ditugaskan oleh undang-undang untuk menyeleksi nama-nama yang diserahkan oleh tim ad hoc atau tim rekruitmen. "Jangan memaksa kami untuk melakukan sesuatu atas inisiatif kami sendiri," katanya berdiplomasi.

Kendati demikian, Roem mengaku siap melakukan fit and propert test atas Sumeizita jika sudah ada rekomendasi dari tim ad hoc. (R4/rus)